Seberapa penting fungsi karbohidrat bagi tubuh manusia ?

Mengenal karakter, jenis-jenis dan fungsi karbohidrat bagi tubuh manusia

fungsi karbohidrat

Apa itu karbohidrat ? Perlukah mengkonsumsi karbohidrat untuk diet sehat ? Apa saja fungsi karbohidrat bagi tubuh manusia ? Dalam pembahasan ini kita akan mempelajari seberapa penting fungsi karbohidrat bagi tubuh manusia.

Dalam dunia nutrisi, kita sudah sering mendengar kata karbohidrat. Karbohidrat adalah salah satu makronutrisi yang dapat digunakan oleh sel-sel tubuh kita untuk sumber energi.

Tubuh manusia membutuhkan bahan bakar agar bisa menghasilkan energi untuk mendukung berfungsinya organ-organ tubuh kita. Karbohidrat dimanfaatkan tubuh kita sebagai bahan bakar utama.

Karbohidrat disebut juga Sakarida.

Sakarida berasal dari bahasa Yunani yang artinya gula.

Perbedaan karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks

karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks

Perbedaan karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks dapat dilihat dari struktur molekul gulanya.

Jika hanya terdiri dari satu atau dua molekul gula yang saling mengikat, maka disebut karbohidrat sederhana.

Jika terdiri dari banyak molekul gula yang saling mengikat, maka disebut karbohidrat kompleks.

Dampak perbedaan karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks bagi tubuh kita yaitu dari seberapa cepatnya molekul gula bisa masuk ke dalam aliran darah.

Pada karbohidrat sederhana, molekul gula nya sudah dalam wujud yang sederhana. Sehingga bisa dicerna dengan mudah dan bisa cepat masuk ke aliran darah yang nantinya digunakan sel-sel tubuh kita sebagai sumber energi.

Sedangkan pada karbohidrat kompleks, molekul gulanya lebih rumit, sehingga butuh waktu cerna yang lebih lama, karena molekul gulanya harus dipecah-pecah dulu sampai menjadi molekul gula yang sederhana. Setelah menjadi molekul gula yang sederhana baru kemudian masuk ke aliran darah yang nantinya diserap oleh sel-sel tubuh kita menjadi sumber energi.

Pilih karbohidrat sederhana atau karbohidrat kompleks ?

Secara umum, para peneliti lebih merekomendasikan mengkonsumsi karbohidrat kompleks dari pada karbohidrat sederhana, dengan alasan untuk menjaga kestabilan kadar gula dalam darah. Sebab pada karbohidrat kompleks akan dicerna dengan lambat yang artinya molekul gula bisa masuk secara bertahap ke aliran darah.

Tetapi ada kondisi tertentu yang membuat karbohidrat sederhana lebih cocok dikonsumsi dari pada karbohidrat kompleks. Contohnya saat tubuh anda benar-benar dalam kondisi kekurangan kadar glukosa. Seperti saat setelah latihan / olah raga yang menguras banyak energi. Dengan mengkonsumi karbohidrat sederhana maka proses molekul gula masuk ke aliran darah lebih cepat, sehingga bisa segera digunakan menjadi sumber energi.

Indeks Glikemik / Glycemic index

Indeks Glikemik adalah angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan atau secara sederhana dapat dikatakan sebagai tingkatan atau rangking pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah. [1]

Secara umum nilai Indeks glikemik digolongkan menjadi 3 bagian yaitu indeks glikemik rendah, sedang, dan tinggi.

Indeks glikemik rendah : dengan nilai 55 atau dibawahnya
Contohnya :
– Beras merah
– kacang (hitam, pinto, ginjal, miju-miju, kacang, buncis);
– biji kecil (bunga matahari, rami, labu, wijen);
– walnut, kacang mete, biji utuh (durum / spelt / kamut gandum, millet, oat, rye, beras, barley);
– Sayur-sayuran;
– buah-buahan;
– tagatose;

Indeks glikemik sedang : dengan nilai 56 – 69
Contohnya :
roti pita, nasi basmati, kentang rebus yang belum dikupas, jus anggur, kismis, plum, roti pumpernickel, jus cranberry, es krim biasa, pisang, ubi jalar

Indeks glikemik tinggi : dengan nilai 70 atau diatasnya
Contohnya : glukosa (dekstrosa, gula anggur), sirup jagung, roti putih (hanya gandum endosperm), nasi putih (hanya nasi endosperm), serpih jagung, maltosa, maltodekstrin, kentang putih.

Penderita diabetes tentu lebih disarankan mengkonsumsi makanan yang indeks glikemik nya rendah, seperti nasi merah atau oatmeal lebih baik dari pada nasi putih. Alasannya sudah jelas karena dicerna lebih lambat, sehingga molekul gulanya / sering disebut glukosa bisa masuk ke aliran darah dengan lambat juga.

Mengenal jenis-jenis molekul gula

jenis molekul gula

Seperti sudah dijelaskan diatas bahwa karbohidrat sering disebut juga sakarida yang artinya dalam bahasa yunani adalah gula. Disebut demikian karena molekul-molekulnya terdiri dari gula-gula. Jika anda pernah memperhatikan label informasi nilai gizi yang ada pada kemasan makanan, maka sering dijumpai ada tulisan seperti Glukosa, fruktosa, galaktosa, maltosa, sukrosa, laktosa. Atau dalam bahasa inggris sering ditulis glucose, fructose, galactose, maltose, sucrose, lactose. Itu semua adalah jenis-jenis molekul gula / bagian dari karbohidrat.

Glukosa adalah wujud molekul yang sudah siap dipakai sebagai bahan bakar untuk digunakan sel-sel tubuh menjadi sumber energi. Tetapi jika wujud nya masih dalam molekul fruktosa, galaktosa, maltosa, sukrosa dan laktosa, maka tubuh kita akan mengkonversi menjadi glukosa terlebih dahulu. Setelah menjadi molekul glukosa, baru kemudian dipakai menjadi sumber energi.

Yang perlu diperhatikan disini adalah kandungan gula sangat berlimpah-limpah dapat ditemukan dengan mudah hampir disetiap varian makanan. Sehingga kita harus membatasi asupan total karbohidrat harian dan memperhatikan tinggi rendahnya glikemik indeks, agar terjadi keseimbangan energi yang masuk dengan energi yang dipakai tubuh. Dengan demikian kadar gula darah / glukosa bisa tetap stabil.

Glukosa, fruktosa, galaktosa disebut juga monosakarida.

Maltosa, sukrosa, laktosa disebut juga Disakarida

monosakarida dan disakarida

Mono artinya satu, Sakarida artinya gula —> Satu molekul gula / wujud gula yang sudah paling sederhana.

Di artinya dua, Sakarida = gula —> Dua molekul gula / wujudnya adalah gabungan dua molekul monosakarida yang menyatu / saling mengikat.

Glukosa + Glukosa = Maltosa

Glukosa + Fruktosa = Sukrosa

Glukosa + Galaktosa = Laktosa.

Contoh, Maltosa adalah gabungan dari 2 molekul glukosa yang menyatu. Maka disaluran pencernaan akan dipecah terlebih dahulu menjadi monosakarida.

Monosakarida dan Disakarida termasuk karbohidrat sederhana. Karena dapat dicerna dengan cepat.

Oligosakarida dan Polisakarida termasuk karbohidrat kompleks. Karena dicerna dengan lambat. Sehingga glukosa yang masuk ke aliran darah juga berjalan lambat.

oligosakarida dan polisakarida

3 – 10 molekul gula yang saling berikatan disebut dengan Oligosakarida.

Lebih dari 10 molekul sering disebut dengan Polisakarida.

Semakin banyak ikatan molekulnya, maka semakin lama mencernanya. Sehingga disebut karbohidrat kompleks.

Mengenal fungsi karbohidrat sebagai serat

Serat adalah sub kategori dari karbohidrat. Karena jenis molekulnya juga sama yaitu glukosa, fruktosa, dll. Tapi yang membuat berbeda adalah ikatan molekul-molekulnya sangat kuat sehingga tidak dapat dicerna tubuh. Tubuh kita tidak mampu memecah / memisahkan molekul-molekul gulanya ke bentuk molekul monosakarida. Sehingga serat tidak dapat menghasilkan sumber energi.

Serat mengikis dinding saluran pencernaan dan merangsangnya mengeluarkan lendir yang membantu makanan melewati saluran pencernaan dengan lancar. Jadi meskipun serat tidak dapat dicerna, tetapi punya peran penting untuk melancarkan pencernaan dalam tubuh.

Makanan berserat dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayur-sayuran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *