free counter with statistics Jenis-jenis Omega-6 : LA, GLA, DGLA, AA, DPA - Galerity

Jenis-jenis Omega-6 : LA, GLA, DGLA, AA, DPA

Omega-6 adalah asam lemak tak jenuh ganda yang merupakan nutrisi penting bagi tubuh kita. Omega-6 punya banyak bentuk seperti LA, GLA, DGLA, AA, DPA. Berikut ini perbedaan dan fungsi omega-6 bagi tubuh kita.

1. Linoleic acid (LA)

omega-6 linoleic acid

Linoleic acid adalah adalah asam lemak induk dari omega-6 dan sifatnya murni esensial.

Tubuh manusia tidak dapat memproduksi LA, sehingga untuk mendapatkannya kita harus mengkonsumsi makanan yang mengandung omega-6.

Tidak seperti omega-3 yang sumber makanannya cenderung sedikit ditemukan pada makanan harian, Omega-6 lebih mudah ditemukan karena sumbernya yang berlimpah seperti minyak goreng dan daging.

2. Gamma Linolenic acid (GLA)

omega-6 gamma linolenic acid

Tubuh manusia dapat memproduksi GLA (Gamma Linolenic acid) dengan cara mensintesisnya dari LA (Linoleic acid) dan dengan bantuan enzim delta 6 desaturase.

Namun kekurangan GLA juga dapat terjadi ketika enzim delta 6 desaturase pada tubuh tidak bekerja dengan efisien. Hal ini bisa disebabkan banyak faktor, contohnya faktor bertambahnya usia atau ketika tubuh kita dalam kondisi sakit.

Anda bisa dapatkan makanan yang mengandung omega-6 yang wujudnya sudah langsung berbentuk GLA contohnya buah alpukat.

3. Dihomo Gamma Linolenic acid (DGLA)

omega-6 dihomo gamma linolenic acid

DGLA adalah bentuk perpanjangan dari GLA. DGLA dibuat dalam tubuh menggunakan GLA dengan bantuan enzim yang efisien.

Tidak seperti wujud omega-6 lainnya , DGLA adalah asam lemak yang sangat tidak umum, karena hanya ditemukan dalam jumlah kecil dalam produk hewani.

Suplementasi GLA dapat meningkatkan DGLA serum.

4. Arachidonic acid (AA)

omega-6 arachidonic acid

Arachidonic acid (AA) adalah asam lemak omega-6 tak jenuh ganda dengan 20 atom karbon dan 4 ikatan rangkap.

AA berfungsi sebagai prekursor yang dimetabolisme oleh berbagai enzim untuk berbagai macam eikosanoid dan metabolit yang penting secara biologis.

AA bukan termasuk asam lemak esensial karena tubuh manusia dapat memproduksinya dari LA (Linoleic acid).

5. Docosapentaenoic acid (DPA)

omega-6 docosapentaenoic acid

DPA n-6 adalah asam lemak omega-6 tak jenuh ganda. Omega-3 juga memiliki wujud yang diberi nama DPA. Sehingga untuk membedakan penamaan yang kembar ini, maka diberi tanda n-x. DPA n-6 untuk omega-6 dan DPA n-3 untuk omega-3.

Fungsi DPA bagi kesehatan tubuh manusia sampai saat ini masih diteliti lebih lanjut. Tetapi sebuah penelitian yang menggabungkan suplementasi DPA n-6, DPA n-3 dan DHA secara bersamaan, dapat meningkatkan profil lipoprotein dan fungsi aorta pada hamster yang diberi diet kolesterol tinggi. [1]

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggabungan asam lemak omega-6 dan omega-3 memiliki efek lebih baik pada fungsi aorta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *