Menguak penipuan kandungan protein pada susu weight gainer

Hati-hati beli susu. Penipuan kandungan protein pada susu penambah berat badan. Menguak fenomena Protein Spiking atau Amino Spiking pada susu.

Banyaknya merk susu penambah berat badan yang beredar di pasaran tentu membuat orang semakin penasaran akan kualitasnya.

Tentu anda tidak asing lagi dengan yang nama nya protein bukan ? Sebuah komponen penting bagian dari makro nutrisi yang paling dibutuhkan tubuh.

Terlebih lagi jika anda sedang menjalankan bulking atau meningkatkan masa otot, maka susu menjadi sumber protein terbaik untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Biasanya orang membandingkan susu merk A dengan susu merk B dari kandungan protein per saji dan harga yang ditawarkan.

Misalnya saja, Susu merk A memiliki kandungan protein 25 gram per saji dengan harga satu jutaan. Lalu susu merk B memiliki kandungan protein 50 gram dengan harga cuma 800 ribuan.

Susu merk B punya kandungan protein dua kali lipat lebih banyak dari merk A, dan harganya 200 ribu lebih murah.

Kira-kira, Susu mana yang dipilih kebanyakan orang ?

Secara logika tentu konsumen lebih memilih susu merk B. Alasannya sudah pasti karena harganya lebih murah dan bisa dapat protein lebih banyak pula.

Jika anda juga pilih susu merk B dengan pemikiran sama persis seperti yang dijelaskan diatas. SELAMAT ANDA TERMASUK KORBAN PENIPUAN DARI SUSU AMINO SPIKING !

Karena sebenarnya anda belum tentu lebih untung, bisa jadi malah lebih rugi.

Apa itu Amino Spiking atau Protein Spiking ?

pengertian amino spiking

Amino spiking adalah tindakan curang yang dilakukan produsen susu dengan cara menambahkan asam amino non esensial dengan jumlah yang tidak wajar.

Kita tahu ada 20 asam amino penyusun protein. Yang 9 bersifat esensial dan 11 bersifat non esensial.

9 Asam amino esensial ini tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh dan untuk itulah tujuan kita membeli suplemen susu. Yaitu supaya tubuh kita mendapat asupan amino yang cukup, terutama yang bersifat esensial.

Dengan adanya fenomena Protein Spiking atau Amino Spiking. Berarti ada penambahan asam amino non esensial yang berlebihan, biasanya yang ditambah yaitu Arginine, Glutamine, Glycine. Sedangkan yang bersifat esensial jumlahnya malah dikurangi.

Dan yang lebih parah lagi ada penambahan asam amino lain selain dari 20 asam amino dasar. Contohnya saja Taurine dan Creatine.

Taurine sering disebut sebagai asam amino “tidak penting”, atau lebih tepatnya disebut sebagai asam amino kondisional. Sebab taurine tidak digunakan dalam sintesis protein otot.

Sedangkan Creatine termasuk asam amino yang terbentuk dari asam amino lain seperti methionine, arginine dan glycine.

Creatine memang mempunyai banyak manfaat seperti membantu otot untuk menghasilkan energi selama latihan dan membantu pemulihan otot yang lebih cepat.

Namun akan lebih baik jika Creatine dijual pada suplemen terpisah dari susu Whey dan tidak perlu ditambahkan kedalam nilai total protein susu.

Sebab konsumen akan mengira kalau nilai total protein pada susu tersebut begitu banyak. Padahal komposisi bubuk protein tersebut sudah diubah dan lebih didominasi oleh asam amino yang “tidak penting”.

Ada beberapa alasan kenapa produsen susu melakukan ini. Yang pertama karena semakin ketatnya persaingan di industri suplemen makanan.

Bubuk protein menjadi semakin mahal, dan margin keuntungan perusahaan menjadi semakin kecil. Untuk mengakali masalah ini, solusi paling gampang yaitu Amino Spiking !

Tujuannya sudah pasti untuk menambah margin keuntungan perusahaan dari setiap produk susu yang dijual.

Cara memilih susu dengan protein yang berkualitas

Jangan tergiur dengan kadar protein yang tinggi tanpa melihat kandungan asam aminonya. Lihat pada kemasan susu, produk yang bagus selalu mencantumkan kandungan asam amino pada kemasan dengan detail.

Bagaimana jika di kemasan susu tidak dicantumkan kandungan asam amino dan hanya dicantumkan total kandungan protein saja ?

Anda bisa mencari informasi tambahan lewat website resmi dari merk susu tersebut. Namun produk susu dengan kandungan asam amino yang dicantumkan jauh lebih baik dari pada yang tidak dicantumkan sama sekali.

Selain kuantitas, perhatikan juga jenis asam amino yang diberikan apakah jumlahnya sudah pas 20. Atau kurang ? Misal hanya 18 saja.

Jika kurang dari 20 misalnya hanya 18 asam amino saja, tetapi 9 asam amino esensial-nya ada semua. Berarti masih termasuk kategori bagus dan bukan masalah besar.

Dan yang terakhir, yang lebih perlu anda perhatikan adalah perhatikan jumlah kandungan Isoleucine, Leucine, dan Valine. Ketiga asam amino esensial itu sering disebut dengan BCAA.

Asam amino esensial yang paling besar perannya dalam hal pembentukan otot adalah BCAA. Jenis Asam amino inilah yang mahal. Semakin tinggi kadar BCAA yang diberikan maka semakin bagus !

Tetapi biasanya hanya diberi sedikit, dan bila terjadi amino spiking, maka asam amino inilah yang biasanya dikurangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *