Perbedaan ALA EPA dan DHA pada omega-3

Perbedaan ALA, EPA dan DHA serta hubungannya dengan omega-3

perbedaan ALA EPA dan DHA pada omega 3

α-linolenic acid (ALA), Eicosapentaenoic acid (EPA), Docosahexaenoic acid (DHA) adalah jenis-jenis dari Omega 3. Sedangkan omega 3 adalah salah satu jenis dari asam lemak. Jika kita mengkonsumsi makanan yang mengandung omega 3, belum tentu setiap omega 3 mengandung EPA dan DHA. Makanan yang mengandung ALA saja sudah bisa disebut omega 3. Dengan mengetahui perbedaan ALA, EPA dan DHA pada omega 3, maka anda akan lebih mengerti pengaruhnya terhadap tubuh kita.

Perbedaan ALA dengan EPA dan DHA

Kita sering mendengar bahwa omega-3 termasuk dalam asam lemak esensial. Tetapi yang sebenarnya esensial adalah omega-3 yang wujudnya ALA. Sedangkan EPA dan DHA dapat disintesis dari ALA. Contoh jika kita makan buah alpukat, tiap 100gr alpukat memang mengandung omega-3 sekitar ± 111mg. Tetapi dalam ± 111mg itu, jenisnya hanya satu macam saja, yaitu ALA, sedangkan kandungan EPA dan DHA tidak ditemukan sama sekali.

Meskipun tubuh hanya mendapat asupan ALA, tetapi tubuh kita memiliki kemampuan mengkonversi dari ALA menjadi EPA dan DHA. Sehingga yang murni disebut asam lemak esensial adalah omega 3 yang jenisnya ALA. Sedangkan EPA dan DHA meskipun bukan murni esensial, tetap disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung omega-3 yang jenisnya sudah langsung berwujud EPA dan DHA. Hal ini dikarenakan daya konversinya kecil / sangat kecil. Kemampuan tubuh mengubah ALA menjadi EPA dan DHA hanya terjadi dalam jumlah yang kecil.

Perbedaan konversi dari ALA ke EPA dan DHA pada laki-laki dan perempuan

Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan tubuh mengubah ALA menjadi EPA dan DHA pada perempuan lebih tinggi dari pada laki-laki.

Pada perempuan muda yang sehat dapat mengubah ALA ke EPA sekitar 21% dan dapat mengubah ALA ke DHA sekitar 9%. [1]

Sedangkan pada laki-laki muda yang sehat dapat mengubah ALA ke EPA sekitar 8% dan untuk mengubah ALA ke DHA sangat rendah atau tidak ada (0%). [2]

Meskipun perempuan mempunyai tingkat konversi yang lebih tinggi dari laki-laki, tetapi masih terbilang sangat rendah. Terutama konversi ke DHA relatif tidak efisien. Yang artinya tubuh kita masih kekurangan asupan DHA. Sehingga EPA dan DHA disebut sebagai nutrisi esensial kondisional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *