free counter with statistics Perbedaan lemak jenuh, lemak tak jenuh dan lemak trans - Galerity

Perbedaan lemak jenuh, lemak tak jenuh dan lemak trans

perbedaan lemak

Perbedaan lemak jenuh, lemak tak jenuh dan lemak trans dari struktur kimia dan efeknya bagi kesehatan tubuh kita. Pada pembahasan kali ini kita akan mempelajari perbedaan lemak, karena jenis lemak sebenarnya banyak sekali dan sifatnya juga berbeda-beda. Dengan mengerti serba serbi lemak, diharap dapat membantu anda untuk memulai pola hidup yang sehat.

1) Perbedaan lemak dari struktur kimianya

perbedaan lemak tak jenuh

Lemak tak jenuh memiliki satu atau lebih ikatan rangkap dalam struktur kimianya. Jika hanya terdapat satu ikatan rangkap antara atom karbon dengan atom karbon yang lain, maka disebut lemak tak jenuh tunggal.

Jika ikatan rangkapnya lebih dari satu, maka disebut lemak tak jenuh ganda.

perbedaan lemak jenuh

Lemak jenuh tidak memiliki ikatan rangkap dalam struktur kimianya. Jika kita lihat pada gambar diatas, memang ada ikatan rangkap antara atom karbon dengan atom oksigen. Tapi ikatan rangkap yang dimaksud adalah ikatan atom karbon dengan atom karbon yang lain.

Pada lemak jenuh, ikatan rangkap atom karbon dengan atom karbon yang lain tidak ada sama sekali, yang ada hanyalah ikatan tunggal saja.

perbedaan lemak trans

Lemak trans juga memiliki ikatan rangkap, tetapi struktur atomnya ada yang terbalik / berseberangan.

Ciri-ciri struktur kimia lemak trans memang mirip dengan lemak tak jenuh, yaitu sama-sama punya ikatan rangkap antara atom karbonnya. Bahkan rumus kimianya bisa sama persis. Karena sebenarnya lemak trans merupakan salah satu jenis dari lemak tak jenuh. Tetapi yang membuat berbeda dari lemak tak jenuh lainnya adalah struktur atom hidrogennya tidak disisi yang sama, melainkan diseberang.

Diseberang dalam bahasa latin artinya trans, karena ada atom yang berseberangan sehingga disebut lemak trans.

beda lemak trans dengan lemak tak jenuh

Perhatikan gambar diatas, Oleic acid atau disebut juga asam lemak omega 9 adalah lemak yang masuk dalam kategori lemak tak jenuh tunggal. Sedangkan Elaidic acid disebut lemak trans.

Perbedaan lemak trans dengan lemak tak jenuh terlihat pada letak atomnya. Tetapi Oleic acid dan Elaidic acid punya rumus kimia yang sama, yaitu C18H34O2

Meskipun dalam struktur kimia hanya berbeda sedikit, namun dalam ilmu kimia, berbeda sedikit saja sudah merubah sifat yang jauh berbeda. struktur atomnya yang berbeda menyebabkan sifat dan efek nya bagi kesehatan juga sangat berbeda.

2) Perbedaan lemak dari sifatnya

perbedaan lemak dari sifatnya

Bisa terlihat jelas pada gambar diatas sifat lemak terhadap kolesterol yang paling positif adalah lemak tak jenuh. Sedangkan lemak jenuh berada ditengah-tengah, karena lemak jenuh memang bermanfaat bisa menaikan HDL tetapi sayangnya LDL juga ikut naik. Sehingga meskipun lemak jenuh bisa menaikan HDL tetapi tetap dikategorikan sebagai lemak jahat karena LDL nya juga ikut naik.

Berikutnya adalah sifat lemak trans terhadap kolesterol. Lemak trans jauh lebih parah dari lemak jenuh, karena selain meningkatkan LDL, HDL nya juga turun.

Lemak tak jenuh

Mengkonsumsi makanan yang mengandung Lemak tak jenuh dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Seperti kita ketahui, Lemak merupakan bagian dari nutrisi, artinya tubuh kita membutuhkan lemak untuk metabolisme. Lemak tak jenuh adalah jenis lemak yang paling direkomendasikan untuk diet, terutama omega 3 dan omega 6. Karena tubuh manusia tidak bisa memproduksi sendiri omega 3 dan omega 6.

Lain halnya dengan omega 9, tubuh manusia bisa memproduksi sendiri asam lemak omega 9. Sehingga omega 3 dan omega 6 sering disebut asam lemak esensial, sedangkan omega 9 disebut asam lemak non esensial.

Lemak Jenuh

Diet tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol total, termasuk kolesterol jahat / LDL. Kolesterol jahat dapat membuat penyumbatan di arteri di jantung dan tempat lain di dalam tubuh.

Para ahli nutrisi merekomendasikan untuk membatasi lemak jenuh tidak lebih dari 10% kalori per hari. [1] Itu artinya jika kebutuhan energi anda adalah 2000 Kalori per hari. berarti 10 % nya adalah 200 Kalori.

1 gram lemak bisa menghasilkan energi setara dengan 9 Kalori.
200 dibagi 9 = 22,22 gram.

Jadi jika kebutuhan energi per hari anda adalah 2000 Kalori, maka 10 % nya adalah 22,22 gram.

Atau biasa dibulatkan menjadi 20 gram itu adalah batas aman anda mengkonsumsi lemak jenuh per hari.

Tetapi akan jauh lebih baik lagi jika asupan nutrisi lemak anda diganti dari lemak jenuh menjadi lemak tak jenuh. Karena ada banyak manfaat kesehatan yang didapat dari mengkonsumi lemak tak jenuh.

lemak Trans

Tidak ada manfaat kesehatan yang didapat dari lemak trans. Jenis lemak ini sengaja dibuat dipabrik-pabrik dengan tujuan agar produknya bisa lebih tahan lama. Contohnya adalah margarin / mentega putih. Mentega putih berbeda dengan mentega biasa karena sudah melewati proses hidrogenasi.

Proses yang disebut hidrogenasi berarti mengubah struktur ikatan atom yang awalnya lemak tak jenuh (lemak sehat) menjadi lemak trans (lemak jahat). Hal ini sengaja dilakukan karena lemak tak jenuh mudah menjadi tengik, sehingga agar lebih lebih awet diubah menjadi lemak trans. Tetapi efeknya bagi kesehatan tubuh manusia sangat bertolak belakang.

Mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak trans dapat menimbulkan peradangan yang terkait dengan penyakit jantung, stroke, diabetes dan kondisi kronis lainnya.

Penyakit diabetes memang selalu dikaitkan dengan gula. Tetapi hubungannya dengan lemak trans adalah karena lemak trans menyebabkan resistensi insulin. [2][3][4]

Hormon insulin berperan menyerap glukosa dalam darah. Ketika sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara normal, berarti kadar gula dalam darah tidak dapat diserap dengan semestinya, sehingga kadar gula dalam darah akan terus naik yang akhirnya menimbulkan penyakit yang disebut dengan diabetes tipe 2.

Tidak seperti lemak jenuh yang masih punya toleransi batas aman konsumsi per hari, para ahli nutrisi sama sekali tidak merekomendasikan lemak trans untuk dikonsumsi. [5][6]

3) Perbedaan lemak dari sumber makanannya

perbedaan lemak dari sumber makanan

Cara mudah mengetahui kandungan lemak yaitu dengan membaca label informasi nilai gizi pada kemasan. Produk yang benar biasanya mencantumkan nilai gizinya secara lengkap. Namun sumber makanan yang bukan dari pabrikan tentu tidak ada label informasi nilai gizi nya. Berikut ini daftar beberapa makanan yang mengandung lemak tak jenuh, lemak jenuh dan lemak trans.

Sumber makanan yang mengandung lemak jenuh diantaranya adalah keju, mentega, minyak samin, lemak babi, lemak yang menempel pada daging, minyak kelapa, minyak biji kapas, minyak inti sawit.

Makanan yang mengandung lemak tak jenuh adalah alpukat, kacang, minyak zaitun, minyak kanola, salmon, sarden, tuna.

Ada juga sumber makanan yang mengandung lemak jenuh dan tak jenuh, seperti minyak zaitun, alpukat, dan produk daging.

Mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi memang lebih berpotensi negatif pada kesehatan. Namun sumber makanan yang mengandung lemak jenuh rendah tetapi lemak tak jenuh nya tinggi seperti buah alpukat, bisa memberi manfaat positif bagi kesehatan tubuh.

Sumber lemak trans adalah margarin / mentega putih, makanan yang digoreng, terlebih lagi jika minyak yang dipakai digunakan sampai berkali-kali, maka semakin tinggi pula kadar lemak trans nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *