Perbedaan MSG, Garam, Sodium dan Natrium

Garam, MSG dan Sodium sekilas mirip dan masih satu golongan tapi ternyata tidak sama. Berikut ini perbedaan MSG, Garam, Sodium dan Natrium.

Perbedaan Garam dan Sodium

Jika anda sedang menjalankan diet sehat pastinya memperhatikan batas aman asupan garam per hari. Batas aman yang direkomendaasikan WHO adalah kurang dari 5 gram per hari.

Namun banyak orang salah mengira ketika melihat kandungan sodium yang tertera di label informasi nilai gizi pada kemasan. Banyak orang keliru menyamakan garam dengan sodium. Karena 5 gram garam tidak sama dengan 5 gram sodium.

Garam yang lebih dikenal dengan nama garam dapur adalah senyawa kimia yang memiliki rumus molekul NaCl. Natrium Klorida atau disebut juga sodium chloride. Dengan kata lain sodium adalah bagian dari garam, tetapi garam bukan hanya sodium.

Jadi jika label informasi nilai gizi pada suatu kemasan makanan tertulis 3 gram sodium, itu tidak sama dengan 3 gram garam.

Cara mudah untuk menghitung konversi dari garam ke sodium adalah tinggal dikalikan 39.3% atau jika dibulatkan menjadi 40%.

Contoh 3 gram garam berarti mengandung sodium 1,179 gram. Dan jika di label informasi nilai gizi tertulis 3 gram sodium, itu artinya kandungan garamnya sebesar 7,63 gram.

Menurut ahli gizi, cara diet sehat yang benar adalah mengkonsumsi garam kurang dari 5 gram sehari atau 2 gram sodium per hari.

Mengkonsumsi garam atau sodium lebih dari yang direkomendasikan akan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan hipertensi.

Perbedaan Natrium dan Sodium

Adanya perbedaan natrium dan sodium karena masalah perbedaan bahasa dari sang penemu.

Sodium diambil dari kata soda dalam bahasa inggris. Penemu sodium adalah seorang ahli kimia asal Inggris yang bernama Sir Humphry Davy pada tahun 1807. Dia berhasil mengisolasi sodium dengan menerapkan elektrolisis pada soda kaustik.

Sedangkan natrium berasal dari kata latin yang merupakan nama atom dengan simbol Na nomor 11.

Jadi kesimpulannya natrium dan sodium merupakan objek yang sama.

Jika anda masih bingung gunakan saja nomor atom 26 dengan simbol Fe sebagai contoh. Meskipun simbolnya Fe tetapi orang Indonesia menyebutnya dengan nama besi. Padahal Fe berasal dari kata latin yang artinya Ferrum. Dengan kata lain ferrum dan besi adalah satu objek yang sama juga.

Perbedaan MSG dengan garam dan sodium

MSG ditemukan pertama kali oleh ahli biokimia Jepang Kikunae Ikeda. Jika kita bandingkan maka garam dapur merupakan perpaduan dari ion natrium dengan ion klorida. Sehingga rumus kimia garam dapur adalah NaCl.

Sedangkan MSG atau monosodium glutamate adalah perpaduan dari ion natrium dengan asam glutamat. Rumus kimianya adalah C5H8NO4Na.

Kita bisa melihat dari rumus kimianya saja sudah jauh berbeda. Itu artinya sifat dan reaksinya juga akan berbeda terhadap tubuh kita.

Dalam ilmu kimia, jika suatu senyawa ada satu atom saja yang strukturnya berbeda, maka reaksi dan sifatnya juga akan berbeda. Contohnya saja air bersifat memadamkan api, tetapi alkohol justru membuat api menyala.

Padahal air dan alkohol jika dilihat dari jenis atomnya hanya berbeda di atom karbonnya saja. air tidak punya atom karbon sedangkan alkohol punya atom karbon.

Begitu juga garam dengan msg. Meskipun sama-sama punya atom natrium tetapi pasangannya berbeda.

Asam glutamat adalah senyawa yang termasuk dalam asam amino yang tidak tergolong esensial. Artinya tubuh manusia dapat memproduksi sendiri asam glutamat.

Ketika asam glutamat dengan natrium menjadi satu senyawa, maka akan menghasilkan reaksi atau sifat yang dapat merangsang saraf di lidah manusia. Coba anda perhatikan, makanan yang tadinya biasa-biasa saja ketika diberi MSG akan menjadi luar biasa enak. Karena alasan inilah MSG diproduksi sampai sekarang yaitu untuk penyedap rasa.

Kesimpulan

Perbedaan MSG, Garam dan Sodium sudah dijelaskan pada pembahasan kali ini. Ada persamaan tetapi juga ada perbedanya.

Kandungan garam dan sodium pada makanan sangat berlimpah-limpah. Meskipun tubuh kita membutuhkan sodium tetapi jumlah nya hanya sedikit. Sehingga kita harus membatasi asupan garam dan sodium setiap harinya agar bisa terbebas dari risiko penyakit jantung, darah tinggi dan stroke.

Untuk MSG kita juga sudah mempelajari bahwa fungsinya hanya untuk penyedap rasa. Sedangkan asam glutamat tubuh kita bisa memproduksinya sendiri. Sehingga MSG bukanlah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi untuk diet sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *